Hari ini it's lazy day.. maklum minggu terakhir untuk menikmati liburan kuliah. Apalagi "I like Saturday"...!!! Meskipun pagi tadi musti take a picture in SMA 1, yang cewekna aduhai.. sudah
pinter, cantik lagi. Apalagi yang berjilbab.. menyuenangkan. Sudah dapet fee, masih dapet 'bonus'..he2.Yah, gitu lah.. seorang 'buaya darat' kok masuk ke 'kandang ayam' wah ya otomatis laper..he. Nah setelah selesai kerja, waktunya 'tuk having fun. Tapi tiba-tiba setelah keasyikan berselancar di internet, terdengar seruan dari Mamahku. "Mall, kamu mau ikut nglayat ga?".
pinter, cantik lagi. Apalagi yang berjilbab.. menyuenangkan. Sudah dapet fee, masih dapet 'bonus'..he2.Yah, gitu lah.. seorang 'buaya darat' kok masuk ke 'kandang ayam' wah ya otomatis laper..he. Nah setelah selesai kerja, waktunya 'tuk having fun. Tapi tiba-tiba setelah keasyikan berselancar di internet, terdengar seruan dari Mamahku. "Mall, kamu mau ikut nglayat ga?".
Nah berhubung aku orang yang alim (aamiiin..), ku jawab seruan itu dengan semangat membara, bagaikan batu bara yang tercelup dalam minyak, trus ketumpahan bensin dan kesemprot gas
yang akhirnya tersulut korek api...(silahkan dibayangkan sendiri).Selama diperjalanan yang terpikir dalam benakku, dia adalah orang yang sudah tua, maklum aku blum tau siapa yang meninggal. Aku hanya sebatas menunaikan kewajibanku sebagai seorang saudara Muslim. Meski dia gak sedarah, tapi kita satu tujuan.Sesampainya dirumah duka, langkahku jadi melambat, seolah kakiku ikut berduka, kusalami para pelayat, sambil kutatap wajah mereka satu persatu. Dalam benakku bertanya siapa yang paling berduka? Tapi sampai aku berdiri didepan peti yang
tertutup kain berwarna hijau dengan tulisan arab berbenang 'emas' menghiasinya, aku belum menemukan jawabannya "siapa sebenarnya jenazah ini, Siapa yang kehilangan?"setelah aku selesai menyolatkannya, aku duduk bersama adiku.
yang akhirnya tersulut korek api...(silahkan dibayangkan sendiri).Selama diperjalanan yang terpikir dalam benakku, dia adalah orang yang sudah tua, maklum aku blum tau siapa yang meninggal. Aku hanya sebatas menunaikan kewajibanku sebagai seorang saudara Muslim. Meski dia gak sedarah, tapi kita satu tujuan.Sesampainya dirumah duka, langkahku jadi melambat, seolah kakiku ikut berduka, kusalami para pelayat, sambil kutatap wajah mereka satu persatu. Dalam benakku bertanya siapa yang paling berduka? Tapi sampai aku berdiri didepan peti yang
tertutup kain berwarna hijau dengan tulisan arab berbenang 'emas' menghiasinya, aku belum menemukan jawabannya "siapa sebenarnya jenazah ini, Siapa yang kehilangan?"setelah aku selesai menyolatkannya, aku duduk bersama adiku.
Sesaat kemudian datang sahabat tuaku. dia duduk disebelahku. Kuberanikan tanya kepadanya "mas, ini yang meninggal siapa to?". Ternyata sahabat tuaku juga tidak tau. Lalu kami terlarut dalam percakapan yang menyenangkan, hingga kita tak sadar kalau terkadang kita tertawa terlalu keras.Sesekali sambil berbicara, ku toleh-tolehkan kepalaku, mataku mencari bagaikan satelit yang terus mencari informasi. Aku masih penasaran siapa dia yang meninggal? Tiba-tiba pandanganku berkalikali tertarik pada sosok seorang laki-laki muda yang duduk sambil menutupi mulutnya dengan sapu tangan. Tapi aku seakan masih tidak percaya jika dia yang
'kehilangan', karena aku melihatnya tersenyum ketika menyambut tamu dan juga kedatanganku.
Kulihat Abiku berpamitan untuk pulang.Aku sebagai 'driver'nya juga ikut melangkahkan kaki untuk mengambil mobil yang diparkir tak jauh dari tempatku duduk. Kebetulan 'sahabat tuaku' juga ikut pulang karena Ayahnya juga pada saat yang bersamaan juga berpamitan. Dalam perjalanan itu sahabat tuaku sempat menggodaku didepan Abi. Dia bercerita jika aku sudah mengininkan calon istri, mintanya yang dokter. Lalu ku jawab "ah ngak, klo dokter jarang dirumah, ntar klo malem suru nganter kemana-mana." Lalu Abiku menjawab "ya cari dokter yang prakteknya dirumah". Aku yang masih 'emoh' untuk dapet istri dokter-pun menjawab "brarti dia kan lebih tua dari aku". Aku pengennya dia lebih muda paling ngak 1 tahun atau sama lah. klo usianya dibawahku kan bisa dimanja..he.
Saat perjalanan pulang tiba-tiba orang tuaku mulai bercerita. Betapa kagetnya aku. Setelah selama ini aku mengira orang itu meninggal karena usia sudah tua, ternyata dia masih muda. Dan yang lebih membuat aku terkaget, adalahlaki-laki muda yang memegang sapu tangan untuk menutupi mulutnya itu adalah orang yang paling kehilangan.Laki-laki itu baru saja kehilangan istrinya yang baru satu tahun dinikahi. Dia meninggal karena sakit jantung. Menurut cerita 'istrinya' itu sudah lama mengidap penyakit jantung, tapi selama ini melakukan penyembuhan dengan obat jalan.
Apakah ini yang dinamakan cinta 'sehidup-semati?". Jika kita mencintai seseorang, meskipun dia lemah, dia sakit, tapi hati kita tetap ada untuk dia. Cinta kita tetap terpati padanya sampai dia meninggal dunia. Aku tak kuasa membendung rasa haru. Sambil bibirku berbisik "Ya Alloh, Alhamdulillah Engkau telah memberi umur panjang pada kami, aku mohon Engkau melindungi Istriku kelak, berilah dia umur panjang, agar kami bisa menjadi keluarga yang bahagia."
Bahkan pada saat itu aku sempat berpikir "lebih baik aku yang mati duluan daripada istriku atau mati bersama saja."
Bahkan pada saat itu aku sempat berpikir "lebih baik aku yang mati duluan daripada istriku atau mati bersama saja."
Kita tidak akan pernah tau kapan kita mati bahkan berharappun tidak boleh. Kita juga tidak tau berapa lama kita akan menikmati masa indah bersama orang yang kita cintai. Ada satu pelajaran disini, "selama kamu masih ada kesempatan untuk mencintai orang lain, berikanlah cinta itu sekarang juga, sebelum kamu menyesal."
Betapa kehilangannya laki-laki itu. Dia telah melunasi janjinya "mencintai istrinya sampai akhir hayat". Semoga dia diberi ketabahan dan selalu di Ridhoi Alloh SWT.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar