Kamis, Februari 28, 2008

PRASANGKA

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.

Pikiran dan mulut merupakan suatu kombinasi. Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan Anda untuk berbohong.Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik .

Lidah Anda yang menentukan siapa Anda. Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.

Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah Ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya.

Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.

Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri. Anda cuma bisa hidup sekali saja didunia ini, tetapi jika Anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup .

Jika Anda tidak memulai hari ini dengan senyuman, belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.

Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya. Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan. Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak .

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. Bertemanlah dengan orang yang suka akan kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah.

Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan . Karena semua manusia itu baik, kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya, tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat. Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi. Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

Hiduplah sesuka hatimu, sesungguhnya kamu pasti mati.

Cintai siapa saja yang kamu senangi, sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya.

Lakukan apa saja yang kamu kehendaki, sesungguhnya kamu akan memperoleh balasannya.

Kemarahan hanyalah satu kata yang dekat dengan bahaya.

Pikiran yang besar membicarakan ide-ide; Pikiran yang rata-rata membicarakan kejadian-kejadian; Dan pikiran yang kerdil membicarakan orang-orang.

Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah. Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya. Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan uang.

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.

Smart people learn from their own mistakes. Smarter people learn from the mistakes of others. A Champion is someone who always try to get up even when he/she can't.

UBAHLAH APA YANG MASIH BISA DIUBAH. TERIMALAH APA YANG MEMANG SUDAH TIDAK BISA DIRUBAH. HINDARKAN DIRI DARI HAL-HAL YANG BERPOTENSI MENDATANGKAN PERUBAHAN BURUK

Diambil dari Banyak sumber

Minggu, Februari 24, 2008

Sahabatku

Sahabat terbaikku di dunia, adalah hatiku yang selalu menumbuhkan cinta dan menyelamatkanku dari dosa, sedangkan sahabat terbaikku di Akherat adalah amalanku selama didunia.

Musuh terbesarku di dunia, adalah hatiku yang menumbuhkan kebencian dan menjerumuskanku kedalam dosa, sedangkan musuh terbesarku di Akherat adalah dosa-dosa dan waktuku yang terbuang sia-sia.

Ilmu itu Lebih Berharga

  1. Ilmu lebih utama daripada harta, ilmu adalah pusaka para Nabi, sedang harta adalah pusaka Qorun, fir’aun, dan para pengumbar nafsu
  2. Ilmu lebih utama daripada harta, karena ilmu itu menjagamu, sedangkan harta malah engkau yang harus menjaganya.
  3. Ilmu lebih utama daripada harta, karena di Akherat nanti pemilik harta akan dihisab, sedang orang yang berilmu akan memperoleh syafaat.
  4. Ilmu lebih utama daripada harta, karena harta membuat hati seseorang menjadi keras, sedang ilmu malah membuat hati menjadi bercahaya.
  5. Ilmu lebih utama daripada harta, karena pemilik harta bisa mengaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang ber-Ilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya.

Mata adalah Pemancar Hati

Salah satu kiat untuk menjaga hati adalah dengan mengendalikan mata. Bila direnungkan mata adalah satelit yang memancarkan informasi ke hati. Informasi yang masuk dalam hati inilah yang nantinya akan menimbulkan kesan berbeda-beda tergantung dari sudut pandang mana ‘satelit’ (mata) ini melihat. Sebagai contoh, jika kita melihat orang yang cacat fisik, jika fokus mata kita adalah ‘fisiknya’, maka hati akan timbul kesan jijik. Tetapi jika yang difokuskan oleh mata adalah segi manusiawinya maka yang timbul adalah rasa iba.

Bila mata dapat dikendalikan hanya untuk melihat kejadian dari sudut pandang positif saja, maka niscaya hati tidak akan memunculkan kesan negatif.

Ibarat kata pepatah : “Orang yang mengusung mayat tertawa bila bertemu dengan orang yang mengarak pengantin ; sementara orang yang mengarak pengantin bersedih bila bertemu dengan orang yang mengusung jenazah”

renungan 1

PERCUMA HIDUP DI DUNIA JIKA DI ALAM KEABADIAN TIDAK MASUK SURGA”

Kualitas manusia di Akhirat nanti, akan ditentutak setelah ia melalui proses ujian, demi ujian terhadap ketaatannya pada Alloh selama hidupnya didunia.

Kepuasan sejati bukanlah menuruti hawa nafsu, tetapi kepuasan sejati adalah keberhasilan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu

Selasa, Februari 19, 2008

Belajar Menaklukkan Diri Sendiri

Dalam hidup ini, bahagia tidaknya kita, kita sendiri yang akan menentukan. Hanya karena kebodohan, kita dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan rasa takut yang sebenarnya tidak perlu ada.

Berhati lurus adalah menjaga hati dan pikiran agar tidak mudah goyah oleh godaan. Bagi yang berkepribadian lemah dan berjiwa rapuh akan mudah tergoda pada kesenangan duniawi.

Mata kita hanya melihat benda-benda yang indah, telinga kita hanya akan mendengar suara yang merdu, dan lidah hanya mau mencicipi makanan yang lezat. Tubuh menjadi manja, dan pikiran mengembara ke mana-mana tanpa dapat dikendalikan

Orang bijak mengatakan bahwa perang yang tidak ada habisnya adalah perang melawan diri sendiri. Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri sendiri.

Hati yang bercabang ibarat kuda yang lepas dari kendali. Karena itu kita harus menjaga keseimbangan hati dan pikiran kita. Hindari pikiran yang menyesatkan, karena nantinya akan menimbulkan malapetaka bagi diri sendiri.
Bila kita ingin menuai benih kebahagiaan, taburlah benih kebaikan. Kita mulai dengan menanam bibit-bibit kebaikan, mencabut rumput-rumput ketamakan, kebencian, iri hati, mengairinya dengan ketabahan dan kemurahan hati, serta menyuburkannya dengan memberi pupuk perilaku yang berbudi. Dengan begitu, sudah sepantasnya kita menikmati hasil panen yang memuaskan.

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU BERSYUKUR

Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yanglebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akanmerasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur. Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya darikita. Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperolehpenghasilan di atas saya.Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang sayadapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termen ung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.'' Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapiorang ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak,''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? '' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab,''Ya, dialah yang akhirnyamenikah dengan Lulu.''
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagiakarena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''
dari milis motivasi

Abaikan Diri Sendiri

Alexander The Great, atau yang dikenal juga dengan nama Iskandar Zulkarnain, adalah raja Romawi yang sangat terkenal dengan kepemimpinannya. Berikut adalah salah satu cerita mengenai kepemimpinannya. Suatu waktu Alexander The Great memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering. Setelah hampir dua minggu berjalan, ia dan pasukannya kelelahan dan hampir mati karena kehausan. Tetapi Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan penuh semangat.

Pada siang yang terik, dua orang pasukannya datang menemui Alexander dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam air yang telah kerontang. Kolam air itu kering dan hanya ada sedikit air yang tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasukan. Melihat hal ini, Alexander membuang air itu ke gurun pasir. Sang Raja berkata, "Tidak ada gunanya bagi seseorang untuk minum di saat banyak orang sedang kehausan!"

Demikianlah kepemimpinan itu. Anda tidak bisa memperlakukan orang-orang anda hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan anda. Anda harus menunjukkan ketulusan dan keteguhan diri anda dengan sama-sama merasakan apa yang orang-orang anda rasakan.

(Disadur dari: Neil Eskelin, Abandon Yourself!)
dari milis motivasi

Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dankeberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atauberenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka akan bilang: "Menari itu tidak menarik" "Tidak ada yang cocok denganku" "Teman-temanku sudah lulus semua" "Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku" "Kisah hidupku membosankan"
Mereka tidak akan bilang: "Aku tidak bisa menari" "Aku membutuhkan kamu denganku" "Aku kesepian""Aku butuh diterima" "Aku ingin didengarkan"
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.
Oleh : Hapsari Wirastuti Susetianingtyas
dari milis motivasi

HIDUP ITU BERARTI...

Suatu tantangan yang harus dihadapi,

Suatu perjuangan yang harus dimenangkan,

Suatu kesusahan yang harus diatasi,

Suatu rahasia yang harus digali,

Suatu tragedi yang harus dialami,

Suatu kegembiraan yang harus disebarkan,

Suatu cinta yang harus dinikmati,

Suatu tugas yang harus dilaksanakan,

Suatu romantika yang harus dirangkul,

Suatu risiko yang harus diambil,

Suatu lagu yang harus dinyanyikan,

Suatu anugerah yang harus dipergunakan,

Suatu permainan yang menyenangkan,

Suatu impian yang harus diwujudkan,

Suatu perjalanan yang harus diselesaikan,

Suatu janji yang harus ditepati,

Suatu keindahan yang harus dikagumi,

Suatu pertanyaan yang harus dijawab,

Suatu kesempatan yang harus dipakai,

Suatu persoalan yang harus dipecahkan,

Suatu kesulitan yang harus dikalahkan,

Rahmat yang harus dipelihara dan dicintai.


dari milis motivasi

Minggu, Februari 17, 2008

MAMPUKAH KITA MENCINTAI

Mampukah Kita Mencintai ? (Based on True Story.. ) Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu". Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian". Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka." Anak2ku... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya nsuyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"

Sumber : Milis Jokam

Cinta Manusia itu Ada Batasnya

Hari ini it's lazy day.. maklum minggu terakhir untuk menikmati liburan kuliah. Apalagi "I like Saturday"...!!! Meskipun pagi tadi musti take a picture in SMA 1, yang cewekna aduhai.. sudah
pinter, cantik lagi. Apalagi yang berjilbab.. menyuenangkan. Sudah dapet fee, masih dapet 'bonus'..he2.Yah, gitu lah.. seorang 'buaya darat' kok masuk ke 'kandang ayam' wah ya otomatis laper..he. Nah setelah selesai kerja, waktunya 'tuk having fun. Tapi tiba-tiba setelah keasyikan berselancar di internet, terdengar seruan dari Mamahku. "Mall, kamu mau ikut nglayat ga?".

Nah berhubung aku orang yang alim (aamiiin..), ku jawab seruan itu dengan semangat membara, bagaikan batu bara yang tercelup dalam minyak, trus ketumpahan bensin dan kesemprot gas
yang akhirnya tersulut korek api...(silahkan dibayangkan sendiri).Selama diperjalanan yang terpikir dalam benakku, dia adalah orang yang sudah tua, maklum aku blum tau siapa yang meninggal. Aku hanya sebatas menunaikan kewajibanku sebagai seorang saudara Muslim. Meski dia gak sedarah, tapi kita satu tujuan.Sesampainya dirumah duka, langkahku jadi melambat, seolah kakiku ikut berduka, kusalami para pelayat, sambil kutatap wajah mereka satu persatu. Dalam benakku bertanya siapa yang paling berduka? Tapi sampai aku berdiri didepan peti yang
tertutup kain berwarna hijau dengan tulisan arab berbenang 'emas' menghiasinya, aku belum menemukan jawabannya "siapa sebenarnya jenazah ini, Siapa yang kehilangan?"setelah aku selesai menyolatkannya, aku duduk bersama adiku.

Sesaat kemudian datang sahabat tuaku. dia duduk disebelahku. Kuberanikan tanya kepadanya "mas, ini yang meninggal siapa to?". Ternyata sahabat tuaku juga tidak tau. Lalu kami terlarut dalam percakapan yang menyenangkan, hingga kita tak sadar kalau terkadang kita tertawa terlalu keras.Sesekali sambil berbicara, ku toleh-tolehkan kepalaku, mataku mencari bagaikan satelit yang terus mencari informasi. Aku masih penasaran siapa dia yang meninggal? Tiba-tiba pandanganku berkalikali tertarik pada sosok seorang laki-laki muda yang duduk sambil menutupi mulutnya dengan sapu tangan. Tapi aku seakan masih tidak percaya jika dia yang
'kehilangan', karena aku melihatnya tersenyum ketika menyambut tamu dan juga kedatanganku.

Kulihat Abiku berpamitan untuk pulang.Aku sebagai 'driver'nya juga ikut melangkahkan kaki untuk mengambil mobil yang diparkir tak jauh dari tempatku duduk. Kebetulan 'sahabat tuaku' juga ikut pulang karena Ayahnya juga pada saat yang bersamaan juga berpamitan. Dalam perjalanan itu sahabat tuaku sempat menggodaku didepan Abi. Dia bercerita jika aku sudah mengininkan calon istri, mintanya yang dokter. Lalu ku jawab "ah ngak, klo dokter jarang dirumah, ntar klo malem suru nganter kemana-mana." Lalu Abiku menjawab "ya cari dokter yang prakteknya dirumah". Aku yang masih 'emoh' untuk dapet istri dokter-pun menjawab "brarti dia kan lebih tua dari aku". Aku pengennya dia lebih muda paling ngak 1 tahun atau sama lah. klo usianya dibawahku kan bisa dimanja..he.

Saat perjalanan pulang tiba-tiba orang tuaku mulai bercerita. Betapa kagetnya aku. Setelah selama ini aku mengira orang itu meninggal karena usia sudah tua, ternyata dia masih muda. Dan yang lebih membuat aku terkaget, adalahlaki-laki muda yang memegang sapu tangan untuk menutupi mulutnya itu adalah orang yang paling kehilangan.Laki-laki itu baru saja kehilangan istrinya yang baru satu tahun dinikahi. Dia meninggal karena sakit jantung. Menurut cerita 'istrinya' itu sudah lama mengidap penyakit jantung, tapi selama ini melakukan penyembuhan dengan obat jalan.

Apakah ini yang dinamakan cinta 'sehidup-semati?". Jika kita mencintai seseorang, meskipun dia lemah, dia sakit, tapi hati kita tetap ada untuk dia. Cinta kita tetap terpati padanya sampai dia meninggal dunia. Aku tak kuasa membendung rasa haru. Sambil bibirku berbisik "Ya Alloh, Alhamdulillah Engkau telah memberi umur panjang pada kami, aku mohon Engkau melindungi Istriku kelak, berilah dia umur panjang, agar kami bisa menjadi keluarga yang bahagia."
Bahkan pada saat itu aku sempat berpikir "lebih baik aku yang mati duluan daripada istriku atau mati bersama saja."

Kita tidak akan pernah tau kapan kita mati bahkan berharappun tidak boleh. Kita juga tidak tau berapa lama kita akan menikmati masa indah bersama orang yang kita cintai. Ada satu pelajaran disini, "selama kamu masih ada kesempatan untuk mencintai orang lain, berikanlah cinta itu sekarang juga, sebelum kamu menyesal."

Betapa kehilangannya laki-laki itu. Dia telah melunasi janjinya "mencintai istrinya sampai akhir hayat". Semoga dia diberi ketabahan dan selalu di Ridhoi Alloh SWT.